Rumus BEP Per Unit: Panduan Lengkap Untuk Pemula : solusibisnis.co.id

Halo semuanya! Apakah Anda sedang mencari informasi tentang rumus BEP per unit? Jika iya, maka Anda berada di tempat yang tepat! Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang rumus BEP per unit secara lengkap dan mudah dipahami. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita mulai!

Apa Itu Rumus BEP?

Sebelum membahas tentang rumus BEP per unit, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu rumus BEP. BEP atau Break Even Point adalah titik impas atau titik netral dimana pengeluaran dan pemasukan seimbang. Dalam hal ini, keuntungan yang diperoleh adalah nol.

Rumus BEP sendiri digunakan untuk menghitung besarnya produksi atau penjualan yang diperlukan agar dapat mencapai titik impas. Dengan mengetahui rumus BEP, kita dapat mengetahui keuntungan yang dihasilkan pada setiap produksi atau penjualan yang dilakukan.

Bagaimana Cara Menghitung Rumus BEP Per Unit?

Ada dua rumus yang dapat digunakan untuk menghitung BEP per unit yaitu:

Rumus BEP per unit: BEP = Biaya tetap / (Harga jual per unit – Biaya variabel per unit)
Rumus BEP dalam persentase: BEP = (Biaya tetap / Penjualan tahunan) x 100%

Apa Itu Biaya Tetap dan Biaya Variabel?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai rumus BEP per unit, perlu dipahami terlebih dahulu mengenai biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun produksi atau penjualan meningkat atau menurun. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang berubah tergantung pada jumlah produksi atau penjualan.

Biaya Tetap

Biaya tetap terdiri dari biaya-biaya yang dianggap sebagai overheard cost, seperti biaya sewa gedung, gaji karyawan tetap, biaya listrik, dan sebagainya. Biaya ini harus dibayar terlepas dari besarnya produksi atau penjualan.

Biaya Variabel

Biaya variabel terdiri dari biaya yang berubah secara proporsional terhadap besarnya produksi atau penjualan. Contohnya, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan sebagainya.

Cara Menghitung Biaya Tetap

Untuk menghitung biaya tetap, kita dapat menggunakan beberapa metode seperti:

Metode Periode

Metode ini dilakukan dengan memisahkan biaya-biaya sesuai dengan periode waktu tertentu seperti per bulan, per kvartal, atau per tahun. Biaya tetap kemudian dihitung dengan mengumpulkan biaya-biaya tersebut selama periode waktu tertentu.

Metode Fungsi

Metode ini dilakukan dengan memisahkan biaya-biaya dengan memperhatikan fungsi masing-masing. Contohnya, biaya listrik akan dikelompokkan sebagai bagian dari biaya operasional, sedangkan biaya sewa gedung akan dikelompokkan sebagai bagian dari biaya administratif.

Cara Menghitung Biaya Variabel

Untuk menghitung biaya variabel, kita dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Biaya variabel per unit = Total biaya variabel / Jumlah unit yang diproduksi

Contoh Soal Menghitung Rumus BEP

Misalkan ada sebuah perusahaan yang memproduksi sepatu dengan biaya tetap sebesar Rp 2.000.000 per bulan dan biaya variabel sebesar Rp 500.000 per sepasang sepatu. Harga jual per sepasang sepatu adalah Rp 750.000. Berapakah jumlah produksi yang diperlukan agar perusahaan mencapai titik impas?

BEP = Biaya tetap / (Harga jual per unit – Biaya variabel per unit)

BEP = 2.000.000 / (750.000 – 500.000)

BEP = 8 unit

Dari contoh soal di atas, diperoleh hasil bahwa perusahaan perlu memproduksi minimal 8 sepasang sepatu agar mencapai titik impas atau titik netral.

FAQ (Frequently Asked Questions) Tentang Rumus BEP Per Unit

1. Apa itu titik impas atau titik netral?

Titik impas atau titik netral adalah titik dimana pengeluaran dan pemasukan seimbang. Dalam hal ini, penghasilan yang diperoleh sama dengan biaya yang dikeluarkan.

2. Apa tujuan menghitung rumus BEP per unit?

Tujuan menghitung rumus BEP per unit adalah untuk mengetahui jumlah produksi atau penjualan yang diperlukan agar dapat mencapai titik impas atau titik netral.

3. Apa beda antara biaya tetap dan biaya variabel?

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun produksi atau penjualan meningkat atau menurun. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang berubah tergantung pada jumlah produksi atau penjualan.

4. Apa saja metode yang dapat digunakan untuk menghitung biaya tetap?

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung biaya tetap seperti metode periode dan metode fungsi.

5. Bagaimana cara menghitung biaya variabel?

Biaya variabel dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Biaya variabel per unit = Total biaya variabel / Jumlah unit yang diproduksi

Sumber :